Definisi
Penyakit hepatitis C adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C. Penularan hepatitis C diantaranya adalah melalui hubungan seksual, tranfusi darah, penggunaan jarum suntik dan transplantasi organ. Penyakit hepatitis C menjadi salah satu penyebab utama penyakit hati kronik seperti sirosis hati (Sari & Sutarga, 2021).
Etiologi
Penyebab Hepatitis C adalah virus, yaitu virus Hepatitis C (HCV). Virus ini termasuk dalam famili Flaviviridea. Virus ini merupakan virus RNA dengan untai tunggal (RNA single strain), berbentuk linear dan berdiameter 50 nm. Ada sekitar 6 genotip HCV mayor dan lebih dari 50 subtipe VHC yang berbeda telah ditemukan. Variasi dari genotip ini mempengaruhi respon HCV terhadap kombinasi dari terapi interferon atau ribavirin (Dany & Handayani, 2017).
Tanda dan Gejala
Infeksi akut HCV tidak memberi gejala atau gejala minimal. Masa inkubasi adalah sekitar 2 minggu sampai 6 bulan. Sekitar 70-80% penderita HCV tidak menunjukkan gejala setelah infeksi awal (Fajri, 2013). Mayoritas penderita memiliki gejala ringan sampai berat setelah demam, kelelahan, nafsu makan menurun, mual, muntah, sakit perut kanan atas, urin gelap, nyeri sendi dan kekuningan (Luthariana et al., 2017). Infeksi menjadi kronis sekitar 70-90% kasus dan sering tanpa gejala walaupun terjadi proses kerusakan hati. Sebagian kasus tidak ditemukan gejala sampai timbul masalah pada hati pasien (Lestari, 2015). Gejala ekstrahepatik dapat meliputi gejala hematologis, autoimun, persendian, ginjal, paru dan saraf. Sebanyak 30% penderita menunjukkan kadar alanine aminotransferase serum yang normal, lainnya meningkat 3 kali dari nilai normal (Kurniawati et al., 2017). HCV terdeteksi selama tes darah rutin pada pengukuran fungsi hati dan enzim hati. Waktu yang diperlukan untuk terjadinya sirosis hati adalah 20-30 tahun. (Sitanggang, 2019).
Faktor Resiko
Faktor predisposisi merupakan faktor antesenden terhadap kejadian hepatitis C meliputi pengetahuan, sikap, kepercayaan, nilai dan motivasi. Faktor pemungkin adalah faktor anteseden terhadap perilaku yang memungkinkan terjadinya hepatitis C antara lain ketersediaan sumber daya kesehatan berupa tenaga kesehatan,sarana dan prasarana kesehatan, ketrampilan, dan keterjangkauan sumberdaya manusia kesehatan, yang mendukung terjadinya perilaku sehat seseorang atau masyarakat (Purwanita & Natsir, 2021). Faktor penguat merupakan faktor penyerta yaitu lingkungan sosial seperti keluarga, teman, suami dan petugas kesehatan (Sari et al., 2018).
Diagnosis
Anamnesis dan pemeriksaan fisik digunakan untuk menegakkan diagnosis hepatitis C. Pemeriksaan anti-HCV merupakan pilihan utama alat diagnostik deteksi hepatitis C. Pemeriksaan awal anti-HCV yang positif, dilanjutkan dengan pemeriksaan HCV RNA. Diagnosis hepatitis C kronik dibuktikan dengan keberadaan anti-HCV dan HCV RNA positif >6 bulan (Widhani et al., 2017). Hal yang sangat penting dalam diagnosis penyakit hepatitis C adalah adanya RNA VHC pada serum penderita. (Shahid et al., 2021).
Tatalaksana
Setiap 4 minggu pasien harus dipantau untuk serokonversi atau terbentuknya HCV RNA viremia. Sekitar 15-30% akan sembuh disertai pembersihan HCV tanpa pengobatan pada 12 minggu. Pasien yang tidak sembuh segera mendapatkan pegylated interferon selama 24 minggu. Tatalaksana dapat ditunda selama 12-16 minggu menunggu adanya resolusi spontan pada pasien yang simptomatik (Z Arthamin, 2018). Ketika ada pasien genotip IL28B non-CC, antivirus diberikan lebih awal yaitu 12 minggu, kemungkinan karena adanya resolusi spontan lebih rendah. Pemberian monoterapi dengan Peg-IFN untuk hepatitis C akut, kemudian dilanjutkan selama 24 minggu dan pada genotip 2 dan 3 selama 12 minggu (Mei & Lu, 2021).
Pencegahan
Pencegahan infeksi hepatitis C dengan cara mengurangi risiko pajanan dengan HCV. Hal yang dapat dilakukan antara lain adalah menjaga kebersihan tangan, kebersihan alat medis, edukasi pada keluarga dan masyarakat, peningkatan pengetahuan tentang pencegahan, serta kesadaran diri untuk berperilaku sehat (Hoshida et al., 2014).
Video Penjelasan
Referensi
https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/952
https://www.youtube.com/watch?v=p85cLUc-ScY&t=63s
Saraswati, A., Larasati, T., & Suharmanto, S. (2022). Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Hepatitis C. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 4, Nomor 2, 650-652.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar